Pesan Untuk Negeri! jika Tidak, Allah Akan Menggantimu?
Indonesia bukan negara pertama dan satu-satunya yang eksis di atas kepulaun ini. Nusantara yang kini kita pijak telah menjadi saksi kebangkitan, kejayaan dan karenanya keruntuhan sekian banyak kerajaan besar. Sebut saja Sriwijaya, Mataram, Pajajaran, Majapahit, Pasai, Demak, Bone, Tidore, dan banyak kerajaan lainnya.
Apakah kita merasa kondusif dan yakin bahwa Indonesia tidak mungkin bernasib sama?
Ingatlah, kebangkitan dan kejatuhan negeri-negeri tak kan merugikan Allah secuil apapun. Bahkan, lenyapnya seluruh alam semesta sekalipun sama sekali tidak menghipnotis keberadaa-Nya. beliaulah Pencipta sebelum ciptaan-Nya ada dan tetap Pencipta setelah alam semesta dimusnahkan oleh-Nya. (lihat:Matan al-'Aqidah ath-Thahawiyah, matan no.13-19, cetakan ar Ibn Hazm, beirut, 1416H).
Di masa silam telah berdiri kerajaan-kerajaan mahir. Kekuasaan sebagian darinya membentang jauh melebihi luasan Indonesia. Kekuatan militernya berlipat-lipat. Harta kekayaannya melimpah ruah. Istana-istana megahnya diisi para raja, pemaisuri, pangran, putri, dan dayang-dayang rupawan. Mereka menjadi simbol kemewahan di zamannya.
Sekarang, kemanakah mereka itu?
Mungkin, dulu tidak terbayangkan bahwa mereka bakal lenyap. Hanya saja faktanya kini Allah telah mengganti generasi mereka dengan generasi kita dan menukar negara di zaman mereka dengan negara lain di zaman kita. Dan Allah tidak segan kepada siapapun atas tindakannya itu. (Qs. Asy-Syams, 14-15).
Sunnatullah ini telah berlaku di seluruh dunia berkali-kali. Hanya saja, sebagian orang mencoba mengabaikannya. Mereka sibuk memikirkan kelanggengan kekuasannya dan lupa menunaikan kewajibannya. Padahal, kehadiran setiap generasi dan negara tidaklah kosong dari misi yang digariskan Allah bagi kemaslahatan makhluk-Nya. Ketika suatu generasi dan sebuah negeri gagal mematuhi gari itu, ia takkan sungkan untuk menghabisinya.
Allah berfirman,"Dan sesungguhnya kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezhaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang kasatmata, tetapi mereka tidak beriman. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-oarng yang berbuat dosa. Kemudian kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi ini setelah mereka, semoga kami memperhatikan bagaimana kau berbuat". (Qs. Yunus: 13-14).
Allah menyebabkan bangsa-bangsa terdahulu sebagai pelajaran bagi kita. ketika kezhaliman mereka tidak bisa lagi di tegur melalui risalah para nabi, makan hujan rahmat-Nya pun di tukar dengan banjir azab. Allah taq'ala yang telah bertindak demikian kepada mereka di masa lampau, bukankah juga sanggup menindak kita sekarang atau nanti? ketika dongeng kezhaliman mereka Allah ceritakan kepada kita, apakah kita juga ingin dijadikan bahan pelajaran serupa bagi generasi lain di belakang kita ? Na'udzu billah!.
Kita tidak lupa, Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyitir, "Atas berkar rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan di dorongkan oleh cita-cita luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia dengan ini meyatakan kemerdekaannya". Para pendahulu kita sangat mengerti bahwa kedaulatan negeri ini hadir atas berkat rahmat Allah Ta'ala. Dengan demikian, kehadirannya pun harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Pemberi.
Kita adalah angkatan yang dilahirkan di zaman ini. Indonesia yaitu wadah yang Allah Ta'ala hadirkan di sini sekarang. Suka atau tidak suka, demikianlah kenyataannya. Kita menggantikan orang-orang sebelum kita, sebagaimana Indonesia menggantikan banyak kerajaan terdahulu di kawasan ini.
Mengapa? Untuk apa? sederhana saja : Allah Ta'ala hendak melihat apa yang kita perbuat, sebagaimana dinyatakan pada ayat di atas.
Lalu, apa yang sudah kita lakukan untuk kebaikan sesama dan seluruh alam semesta?Apakah kehadiran negara berjulukan Indonesia telah memberikan rahmat bagi insan-manusia yang bernaung di dalamnya? kalau tidak, ancaman Allah tetap berlaku. dia kuasa mengganti kita dengan lainnya. Negara ini pun mampu di robohkan entah dengan Tutorial apa - kalau kehadirannya tidak lagi bermanfaat. Kemaslahatan mahluk-Nya jauh lebih penting dari istilah, nama, dan simbol-simbol yang kita agung-agungkan itu.
Abad XX menjadi saksi kebangkitan dan kejatuhan banyak negara. Kita mengenal Uni Soviet yang di bangkit pada 1922 dan runtuh pada 1991. Yugoslavia di proklamirkan pada 1918 dan resmi berakhir pada 2003. Kekaisaran Austro-Hungary didirikan pada 1867 dan lenyap pada 1918. Di atas puing-puingnya, coba di berdiri-salah satunya Cekoslavia, namun terpaksa bubar pada tahun 1992 seiring perpecahan internal. Tibet didirikan sebagai negara pada 1913, namun "digabungkan" kedalam China pada 1951. Barangkali, tenggelamnya Khilafah Usmaniyah pada 1924-setelah enam masa lebih bertahan adalah tragedi paling spektakuler di kurun itu.
Bila dewasa ini ada negara-negara yang terlihat sangat kokoh, padahal keuntungannya tidak sebanding dengan madharratnya, maka sebetulnya mereka telah masuk daftar tunggu untuk di jungkalkan oleh Allah Ta'ala. Dulu Mikhail Gorbachev pun sangat optimis bahwa planning reformasinya - dikenal sebagai Glasnost and Perestroika (keterbukaan dan restrukturisasi) bakal menyelamatkan Uni Soviet. Josip Broz Tito tampaknya tidak menerka Yugoslavia bakal kolaps secepat itu. Bagaimana dengan Indonesia? sungguh, apabila kita tidak melakukan apa-apa untuk mematuhi garis keadilan dan kemashalatan yang Allah Ta'ala tetapkan, Tunggulah tindakannya!.
Ingatlah, ada sunnatullah yang tidak mungkin di lawan. Allah menegaskan, "tiap-tiap umat memiliki batas waktu. Apabila telah tiba waktunya mereka tidak mampu mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya". (Qs. Al-A'raf : 34 dan Ynus :49). Kita tidak tahu dan tidak diberitahu kapan batasnya. Tapi selagi masih ada waktu, mari bertindak untuk mematuhi garis-Nya!.. wallahu a'lam
Penulis : Alimin Mukhtar. senin 27-12-1438 H
0 Response to "Pesan Untuk Negeri! jika Tidak, Allah Akan Menggantimu?"
Post a Comment