-->

Ciri Khas Doa Nabi Ibrahim, Wajib Diteladani

Nabi Ibrahim AS dalam pandangan umat islam adalah Nabi atau Rasul Allah yang juga wajib diimani. beliau juga di sebut sebagai "Uswatun Hasanah" yang perlu diteladani bagi kita sebagai umat muslim. Disebut Uswatun Hasanah adalah teladan yang baik yang di Jadikan panutan dan teladan umat islam. Ia seorang pria pilihan allah ta'ala yang di utus untuk menyampaikan pemikiran agama yang benar (agama wahyu ilahi). Oleh alasannya itu, kita sebagai umat muslim harus menjiplak dan mencontoh beliau.

Seperti kita meneladani, menjiplak dan mencontoh Nabi Muhammad SAW, kedua sosok ini sama-sama mendapat wahyu dari Allah, dan sama sebagai Nabi dan Rasul. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS Al-Ahzab ayat 21 menyebutkan "Uswatun Hasanah" pada Nabi Muhammad SAW, yaitu:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً


Artinya : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir zaman dan dia banyak menyebut Allah.” Yang dimaksud di sini adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam".

Dan juga Firman Allah Ta'ala dalam QS Al-Mumtahanah ayat 4 menyebutkan "Uswatun Hasanah" pada Nabi Ibrahim AS, yaitu :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ


Artinya : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim".

Sudah cukup terang bahwa dalam diri Nabi Ibrahim ada suri tauladan yang baik untuk dijadikan teladan. Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan, namun dapat juga menjadikan Rasulullah dan orang-orang yang bersamanya sebagai suri tauladan. Yaitu bagi orang mengharap rahmat Allah dan keselamatan hari akhirat

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; dikala mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kau dari daripada apa yang kau sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya saya akan memohonkan ampunan bagi kau dan aku tiada mampu menolak sesuatupun dari kau (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya yang kuasa Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali." (QS. Al-Mumtahanah ayat 4).

Membahas ketelaudanan Nabi Ibrahim lebih dalam, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah buah dari doa Nabi Ibrahim sejak 2400 tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di dalam al-Qur`an di antara sekian banyak doa yang dipanjatkan para nabi dan rasul, maka doa Nabi Ibrahim mempunyai kekhasan tersendiri. Seni berdoa yang dilantunkan Ibrahim layak diteladani bagi siapa saja yang ingin membina keluarga yang sukses, Yaitu:

1. Menyertakan Keluarga dan Keturunanya Dalam Doanya.
Di antara sekian banyak doa yang dipanjatkan para nabi, hanya Ibrahim yang sangat sering menyertakan keluarganya dalam doa-doanya. Termaktub dala surat Al-Baqarah ayat 123, 126, 127, 128, 129, serta surat Ibrahim ayat 40,:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ


Artinya : "Ya yang kuasaku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya dewa kami, perkenankanlah doaku".

Dari sini, Alangkah baiknya umat Islam bisa memalsukan, mencontoh dan bahkan meneladani dia. Bahwa doa yang dilantunkan bukan hanya untuk kepentingan dirinya dan tidak hanya kepentingan sesaat, Kaprikornus hanya di khususkan yang lebih luas yaitu kepentingan umat rahmatan lil alamin.

2. Menanamkan Tawadu' dan Tidak besar hati Pada Diri Sendiri
keteladanan dia menanamkan kesadaran untuk tawadu’ dan tidak gembira kepada kebaikan diri sendiri. setelah Nabi Ibrahim AS membangun ka’bah, doa yang dilantunkan adalah:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ


Artinya : "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya ilahi kami terimalah daripada kami (amalan kami), sebetulnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui",

Walau ia yaitu seorang nabi, mendapat perintah eksklusif dari Allah serta mengamalkan hal yang sangat mulia (berupa membangun rumah-Nya), namun ia tetap menundukkan hatinya dan tidak bangga dengan amal baik yang dilakukannya. Sebagai nabi ia masi meminta semoga amalnya dikabulkan oleh Allah. Ia takut amal yang dilakukan tidak diterima di sisi-Nya.

3. Berdoa secara Spesifik Dan Mengerucut.
Didalam melakukan doa Nabi Ibrahim sungguh begitu baik, dengan Tutorial spesifik, fokus dan konsentrasi. seolah-olah doa yang dia katakan, termaktub dalam QS Al-Baqarah ayat 129 :

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ


Artinya : "Ya dewa kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Alquran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. bahu-membahu Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana".

Coba anda baca arti surat di atas, sungguh sangat spesifik doa nabi ibrahim dimana, nabi ibrahim meminta semoga di utus seorang rasul dari keturunannya yang bisa membaca ayat-ayat Allah, mampu mengajarkan kepada umatnya dan nasihat serta membersihkan mereka.

Menariknya, satu-satunya keturunan ia yang memiliki keempatnya yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini mampu dibaca dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 2 :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ
 وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ


Artinya : "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta karakter seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan pesan tersirat (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang faktual".

Lebih dari itu, doa yang dilantunkan hingga sampai terwujud rupanya mencapai waktu sekitar 2400 tahun lamanya. Sebuah doa spisifik yang juga perlu kesabaran yang luar biasa.

4. Berdoa Dengan Optimis Dan Yakin
Menanjatkan doa dengan optimis, yakin kepada Allah Ta'ala. Doa-doa yang diatas yang di panjatkan nabi Ibrahim yaitu mencerminkan dengan sungguh-sungguh yakin dan tidak berburuk sangka sehingga terkabulkannya doanya oleh Allah Ta'ala.

5. Berdoa Dengan Suatu Yang Baik Walaupun tidak mungkin
berdoa dengan sesuatu yang baik sekalipun mustahil di mata manusia. Ini yaitu doa yang sangat luar biasa, butuh seorang insan yang begitu yakin kuat bahwa itu benar dan niscaya terjadi.
Terdapat dalam QS Al-Baqarah Ayat 124, yaitu salah satu doanya beliau. yaitu:

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ


Artinya :"Ya yang kuasaku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya". (QS. Al-Baqarah Ayat 126)

Begitu juga dalam QS Ibrahim ayat 37, ia berdoa, mengatakan bahwa dia menempatkan keluarganya (Ismail dan ibunya) di lembah yang tidak mungkin ditumbuhi tanaman. Tapi, yang ia minta adalah supaya mereka diberi rezeki dari banyak sekali macam buah-buahan. Berikut Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 37:

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ
رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ
وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ


Artinya : "Ya yang kuasa kami, sebetulnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di erat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya dewa kami (yang demikian itu) biar mereka mendirikan shalat, maka Makarakanlah hati sebagian insan cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, praktis-mudahan mereka bersyukur".

Jadi dalam artikel tersebut, pada dasarnya marilah kita teru-terus berdoa tiap hari, bahwa berdoa kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan yang tidak mungkin sekalipun di mata insan. “Kemustahilan adalah keterbatasan manusia sedang Allah adalah Maha Tak Terbatas". Demikian artikel wacana "Ciri Khas Doa Nabi Ibrahim, Wajib Diteladani" Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin


Sumber : '- hidayatullah.com/belajar-seni-berdoa-kepada-nabi-ibrahim
'- 31.ayobai.org/rasulullah-sebagai-uswatun-hasanah

0 Response to "Ciri Khas Doa Nabi Ibrahim, Wajib Diteladani"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel