Amalan Doa : Prilaku budpekerti Berdoa Sesuai Sunnah Nabi
Kata "adab" dimaknai sebagai keahlusan dan kebaikan kecerdikan pekerti, kesopanan, dan akhlak. Kaprikornus "beradab" berarti budbahasa mempunyai kecerdikan bahasa yang baik dan berlaku sopan dalam tutur kata. menurut KH. Hasyim Asy'ari menyampaikan, moral adalah salah satu istilah khas dalam agama islam seakan-akan halnya makna kepercayaan, islam dan ibadah lainnya.
Manusia beradab adalah insan yang mengenal Tuhannya, mengenal dan menyayangi Nabinya, menyebabkan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, menghormati para ulama sebagai pewaris Nabi, memahami dan meletakkan ilmu pada kawasan yang terhormat. Ia juga bisa memilah dan memahami antara ilmu yang bermnafaat dan yang merusak, serta sanggup menjalankan fungsi sebagai khalifah di muka bumi.
Begitu juga "adab berdoa" ini sangat penting bagi kita sebagai khalifah di bumi ini. lantaran masih banyak insan yang berdoa kepada penciptaNya namun tidak mendapatkan apa-apa. Serta ada pula yang merasa selalu berdoa namun tidak kunjung di kabulkan. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan beradab dalam berdoa:
1. Orang yang berdoa hendaknya menghadap ke kiblat, mengangkat kedua tangannya setinggi pundaknya saat sedang berdoa.
Rasulullah bersabda:
Artinya : "Jika Kalian Berdoa kepada Allah maka berdoalah dengan menengadahkan cuilan dalam telapak tangan, dan janganlah kalian berdoa dengan punggung telapak tangan". (HR. bubuk Dawud).
2. Memulai doanya dengan memanjatkan kebanggaan kepada Allah Ta'ala dan bershalawat kepada rasulullah.
Rasulullah bersabda :
Artinya : "Jika salah seorang diantara kalian berdoa hendaklah ia memulainya dengan memuji Allah dan menhanjungnya kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian setelah itu mintalah apa-apa yg ia kehendaki". (HR. bubuk Dawud).
3. Doa yang dipanjatkan tidak mengandung sesuatu permusuhan.
Rasulullah bersabda : "sesungguhnya jiwa insan tidak akan meninggal dunia hingga rejeki
dan ajalnya tepat. Oleh alasannya itu bertaqwalah kau kepada Allah Ta'ala dan perbaikiliah usulmu".
4. Doa yang dipanjatkan sebaiknya di sertai kekhusyukan, kerendahan hati di hadapan Allah Ta'ala serta bertawassul dengan nama dan sifat-Nya berdasarkan firman-Nya :
Artinya: "Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kau seru, dia memiliki al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan bunyimu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". Al-Isra' ayat 110.
5. Orang yamg berdoa hendaknya merendahlan suaranya di hadapan yang maha mendengar dan maha melihat, yaitu berdoa dengan suara yang sedang, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu keras. Allah Ta'ala berfirman :
Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan bunyi yang lembut. sebenarnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". Al-A'raf ayat 55.
6. Orang yang berdoa hendaknya meyakini bahwa doanya akan dikabulkan.
Rasulullah bersabda:
Artinya : "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahu-membahu Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah". (HR. Tirmidzi).
7. Mengulang-ngulangi doanya sebanyak tiga kali.
Berdasarkan hadist Rasululllah : "Jika berdoa sebanyak tiga kali, dan jika meminta juga tiga kali".
8. Tidak memanjatkan doa untuk suatu perbuatan dosa atau untuk memutuskan tali silatuhrahmi.
Rasulullah bersabda :
Artinya : "Janganlah kalian berdoa keburukan atas diri kalian, anak-anak dan harta-harta kalian. Jangan sampai doa kalian itu bertepatan dengan suatu waktu yang Allah mengabulkan apa-apa yang dimintanya, kemudian ajakan kalian dikabulkan". (HR. debu Dawud).
9. Mengakhiri doanya dengan shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah bersabda :
Artinya : "Jika salah seorang beliauntara kalian berdoa hendaklah beliau memulainya dengan memuji Allah dan menhanjungnya kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian sesudah itu mintalah apa-apa yg beliau kehendaki". (HR. debu Dawud).
Itulah artikel prilaku beradab Tutorial berdoa sesuai dengan sunnah nabi dan dengan melaksanakan Tutorial tersebut supaya doa kita di kabulkan oleh Allah Ta'ala. agar bermanfaat bacaan artikel ini bagi anda semua. Amin ya robbil alamin.
Manusia beradab adalah insan yang mengenal Tuhannya, mengenal dan menyayangi Nabinya, menyebabkan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah, menghormati para ulama sebagai pewaris Nabi, memahami dan meletakkan ilmu pada kawasan yang terhormat. Ia juga bisa memilah dan memahami antara ilmu yang bermnafaat dan yang merusak, serta sanggup menjalankan fungsi sebagai khalifah di muka bumi.
Begitu juga "adab berdoa" ini sangat penting bagi kita sebagai khalifah di bumi ini. lantaran masih banyak insan yang berdoa kepada penciptaNya namun tidak mendapatkan apa-apa. Serta ada pula yang merasa selalu berdoa namun tidak kunjung di kabulkan. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan beradab dalam berdoa:
1. Orang yang berdoa hendaknya menghadap ke kiblat, mengangkat kedua tangannya setinggi pundaknya saat sedang berdoa.
Rasulullah bersabda:
إذا سألتم الله تعالى فاسألوه ببطون أكفكم و لا تسألوه بظهورها
Artinya : "Jika Kalian Berdoa kepada Allah maka berdoalah dengan menengadahkan cuilan dalam telapak tangan, dan janganlah kalian berdoa dengan punggung telapak tangan". (HR. bubuk Dawud).
2. Memulai doanya dengan memanjatkan kebanggaan kepada Allah Ta'ala dan bershalawat kepada rasulullah.
Rasulullah bersabda :
إذا صلى احدكم فليبدأ بتحميد ربه عز وجل و الثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم ليدع بعد بما شاء
Artinya : "Jika salah seorang diantara kalian berdoa hendaklah ia memulainya dengan memuji Allah dan menhanjungnya kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian setelah itu mintalah apa-apa yg ia kehendaki". (HR. bubuk Dawud).
3. Doa yang dipanjatkan tidak mengandung sesuatu permusuhan.
Rasulullah bersabda : "sesungguhnya jiwa insan tidak akan meninggal dunia hingga rejeki
dan ajalnya tepat. Oleh alasannya itu bertaqwalah kau kepada Allah Ta'ala dan perbaikiliah usulmu".
4. Doa yang dipanjatkan sebaiknya di sertai kekhusyukan, kerendahan hati di hadapan Allah Ta'ala serta bertawassul dengan nama dan sifat-Nya berdasarkan firman-Nya :
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Artinya: "Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kau seru, dia memiliki al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan bunyimu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". Al-Isra' ayat 110.
5. Orang yamg berdoa hendaknya merendahlan suaranya di hadapan yang maha mendengar dan maha melihat, yaitu berdoa dengan suara yang sedang, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu keras. Allah Ta'ala berfirman :
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan bunyi yang lembut. sebenarnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". Al-A'raf ayat 55.
6. Orang yang berdoa hendaknya meyakini bahwa doanya akan dikabulkan.
Rasulullah bersabda:
ادعوا الله تعالى و أنتم موقنون بالإجابة و اعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه
Artinya : "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan, ketahuilah bahu-membahu Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah". (HR. Tirmidzi).
7. Mengulang-ngulangi doanya sebanyak tiga kali.
Berdasarkan hadist Rasululllah : "Jika berdoa sebanyak tiga kali, dan jika meminta juga tiga kali".
8. Tidak memanjatkan doa untuk suatu perbuatan dosa atau untuk memutuskan tali silatuhrahmi.
Rasulullah bersabda :
لا تدعوا على أنفسكم و لا تدعوا على أولادكم و لا تدعوا على أموالكم لا توافقوا من الله شاة يسأل فيها عطاء فيستجيب لكم
Artinya : "Janganlah kalian berdoa keburukan atas diri kalian, anak-anak dan harta-harta kalian. Jangan sampai doa kalian itu bertepatan dengan suatu waktu yang Allah mengabulkan apa-apa yang dimintanya, kemudian ajakan kalian dikabulkan". (HR. debu Dawud).
9. Mengakhiri doanya dengan shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah bersabda :
إذا صلى احدكم فليبدأ بتحميد ربه عز وجل و الثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم ليدع بعد بما شاء
Artinya : "Jika salah seorang beliauntara kalian berdoa hendaklah beliau memulainya dengan memuji Allah dan menhanjungnya kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian sesudah itu mintalah apa-apa yg beliau kehendaki". (HR. debu Dawud).
Itulah artikel prilaku beradab Tutorial berdoa sesuai dengan sunnah nabi dan dengan melaksanakan Tutorial tersebut supaya doa kita di kabulkan oleh Allah Ta'ala. agar bermanfaat bacaan artikel ini bagi anda semua. Amin ya robbil alamin.
0 Response to "Amalan Doa : Prilaku budpekerti Berdoa Sesuai Sunnah Nabi"
Post a Comment