-->

Amalan Doa : Perbanyak Doa mampu Mewujudkan keinginan

Sabda Rasulullah, "Barang siapa yang menginginkan  doanya dikabulkan oleh Allah Ta'ala, dikala dalam kesulitan dan dalam menghadapi malapetaka, maka hendaklah beliau memperbanyak berdoa ketika sedang dalam kondisi lapang". 

Artinya ialah kenalilah Allah Ta'ala saat kau sedang bahagia, biar ia juga mengenali dirimu ketika kamu dalam kesulitan. Berdoalah kepada-Nya dikala kamu sehat wal afiat. Mohonlah ampunan dan perlindungan yang langgeng. Kenalilah Allah Ta'ala ketika kau sedang menerima berbagai kelebihan, kemuliaan, dan juga nikmat yang melimpah dari-Nya lantaran bantu-membantu hal itu merupakan simpanan bagimu saat kamu sedang menghadapi kesulitan dan memerlukan-Nya, semoga beliau segera menyingkirkan malapetaka yang sewaktu-waktu menimpakamu lebih adri itu, semoga kamu tidak di katagorikan sebagai orang lalai yang mengingkari nikmat-Nya.

Al-Qur'an nul karim juga telah tertuang tentang orang-orang yang mengingkari nikmat yang diberikan oleh Allah Ta'ala kepada mereka, :
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ
مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Dan apabila manusia di timpa bahaya, ia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk dan bangun, tetapi setelah kami hilangkan ancaman itu darinya, beliau kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah beliau tidak pernah berdoa kepada kami untuk menghilangkan ancaman yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan", QS. Yunus ayat 12.

Firman ini menjelaskan dimana kondisi seseorang sedang mendapatkan kelapangan kanunia nikmat dari Allah Ta'ala, bagaimana mereka berpaling dan menjauh dari ilahi mereka. Tetapi ketika mereka di timpa sesuatu yang buruk atau malapetaka, mereka memanjatkan doa yang panjang dan banyak merendahkan hati.

Allah Ta'ala berfitman :
وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ

"Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada insan, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa". QS. Fushshilat ayat 51.

Telah banyak terjadi, tragedi-peristiwa terjadi dan menimpa kepada manusia suatu bahaya kepada mereka, Namun sebelumnya dikala mendapatkan kenikmatan mereka berpaling. Sungguh melampaui batas.

Allah Ta'ala berfirman :

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

"Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada tuhannya dengan kembali kepada-Nya; lalu apabila ilahi menyampaikan nikmat-Nya kepadanya lupalah ia akan kemudharatan yang pernah ia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan ia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; bekerjsama kamu termasuk penghuni neraka". QS. Az-Zumar ayat 8.

Juga ada penjelasan ihwal keadaan suatu kaum yang hanya berdoa dengan nrimo dan tulus hati saat mereka sedang menghadapi berbagai kesulitan saja, namun sehabis kesulitan ituberlalu, mereka begitu cepat kembali kepada kemusyrikan seraya mengingkari nikmat-Nya.

Allah Ta'ala mengisahkan mereka dalam firman-Nya, berikut ini :

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

"Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, datang-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)". QS. Al-Ankabut ayat 65.

Jadi kesimpulannya, keadaan manusia mereka sedang diberi kelapangan dan dikala mereka ditimpa suatu malapetaka, maka kaum muslim selayaknya memperbanyak dan mengulang-ulang doa kepada Allah Ta'ala dalam berbagai kondisi karena bekerjsama Allah Ta'ala tidak bosan-bosan mendengarkan doa hamba-Nya yang mengulang-ulangi undangan mereka kepada-Nya. Tidak seakan-akan kita insan yang praktis sekali merasa bosan. Allah Ta'ala yaitu pencipta semua mahluk dan mengetahui kondisi mereka. beliau sangat senang jika mereka senantiasa bekerjasama dengan-Nya dengan melakukan ketaatan dan juga merendahkan hati mereka dalam memanjatkan doa.

"Tingkat penerimaan doa ialah sebanding dengan tingkat kedekatan hamba kepada yang kuasanya.".


0 Response to "Amalan Doa : Perbanyak Doa mampu Mewujudkan keinginan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel