-->

Tata Tutorial Sholat Gerhana Bulan Ditentukan oleh 4 Mashab

Gerhana bulan terjadi ketika sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh banyangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan lantaran terhalangi oleh bumi.

Sebentar lagi di wilayah indonesia, akan terjadi gerhana bulan total yang menurut BMKG akan terjadi tanggal 28 Juli 2018 pukul 00.13 WIB. Sebagai umat muslim, selain mengamati fenomena ini kita dianjurkan untuk mengamalkan sholat sunnah gerhana bulan lantaran insiden fenomena ini adalah sebagai bukti atas kekuasaan Allah Ta'ala. Dan bila kita melaksanakan amalan sholat gerhana ini akan menambah keyakinan iktikad kita atas segala ciptaan-Nya.


Jadi dalam tata Tutorial melakukan sholat gerhana ini, ada 4 mashab yang memilih bagaimana melakukannya. Dan itu sah-sah saja, selama hadist itu sahih serta yang lebih penting kita meyakini dulu. Yaitu tata Tutorial sholat gerhana bulan berdasarkan Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafii dan Imam Hambali.

Menurut Kalangan Imam Syafii dan Imam Hambali menyampaikan sholat gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan dua rukuk pada setiap rakaatnya persis seakan-akan mengamalkan salat gerhana matahari secara berjamaah.

Tertulis dalam hadist Ibanatul Ahkam, Syarah Bulughul Maram dijelaskan oleh Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki :

أما خسوف القمر فقالت الشافعية والحنابلة هي ركعتان في كل ركعة؛ ركوعان كصلاة كسوف الشمس في جماعة. وقالت الحنفية صلاة الخسوف ركعتان بركوع واحد كبقية النوافل وتصلى فرادى، لأنه خسف القمر مرارا في عهد الرسول ولم ينقل أنه جمع الناس لها فيتضرع كل وحده، وقالت المالكية: ندب لخسوف القمر ركعتان جهرا بقيام وركوع واحد كالنوافل فرادى في المنازل وتكرر الصلاة حتى ينجلي القمر أو يغيب أو يطلع الفجر وكره إيقاعها في المساجد جماعة وفرادى


Artinya : "salat gerhana bulan, bagi kalangan syafiiyah dan hanbaliyah, yaitu dua rakaat dengan dua rukuk pada setiap rakaatnya persis seolah-olah mengamalkan salat gerhana matahari secara berjamaah".


Menurut Kalangan Imam Hanafi mengatakan, shalat gerhana bulan itu berjumlah dua rakaat dengan satu rukuk pada setiap rakaatnya sebagai salat sunah lain pada lazimnya, dan dikerjakan secara sendiri-sendiri. karena pada ketika jaman rasulullah, jikalau gerhana bulan terjadi tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa rasul mengumpulkan orang banyak untuk melaksanakan secara jamaah sholat gerhana.

Menurut Kalangan Imam Maliki mengatakan, shalat gerhana bulan ini berjumlah dua rakaat dengan bacaan bersuara jahar (lantang) dengan sekali rukuk pada setiap kali rakaat seolah-olah salat sunah pada lazimnya, dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Dan sholat ini dilakukan berulang-ulang sampai gerhana bulan ini lenyap atau habis, serta hukumnya makruh jikalau melaksankan sholat gerhana ini di masjid baik itu berjamaah dan diri sendiri.

Semua ketentuan dari 4 mashab ini diterangkan dalam hadist, Syekh Hasan Sulaiman Nuri dan Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1996 M/1416 H, juz I, halaman 114.

Intinya dengan ada perbedaan dari 4 mashab ini, bagaimana Cara melaksanakan sholat gerhana ini, maka lebih baik kita saling menghargai hasil ittihad para ulama dan menghargai pandangan orang lain sesuai mashab keyakina masing-masing. Dan yang lebih penting, bila melaksanakan sholat sunnah gerhana ini makan akan mempertebal keyakinan keyakinan kita atas segala ciptaan-Nya.

Semoag bermanfaat.


Sumber :
'- NU Online-tata Cara salat gerhana bulan
'- tribunnews-inilah tata Tutorial salat gerhana bulan dalam 4 mazhab

0 Response to "Tata Tutorial Sholat Gerhana Bulan Ditentukan oleh 4 Mashab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel