-->

Mukasyafatul Qulub :Hikayat perihal Cacing Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Shalawat ialah lafadzh jama' dari kata shalat, artinya yaitu doa, rahmat dan berkah. Sebagaimana yang telah di terangkan dalam firman Allah Ta'ala di surat Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershawalatlah kau untuk nabi dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya".

jadi sebagai hamba Allah ta'ala yang beriman, sudah seharusnya kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan tawaran ini sudah di tegaskan dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi diatas. Juga ada hadist yang mengambarkan atas perintahnya kita bershalawat kepada nabi, yaitu: "Manusia yang paling patut berkumpul denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku", hadist diriwayatkan Imam Turmudzi dari Ibnu Mas'ud ra.

Jadi shalawat termasuk perintah Allah Ta'ala dan sebagai pembuktian dedikasi kepada-Nya


Berikut kisah seekor cacing dengan nabi Daud As, supaya kisah hikayat ini menjadikan pembelajaran kita dan bisa memetik hikmahnya dari pelajaran ini. dongeng ini dari Hujjatul Islam Al-Imam Al-ghozali dalam kitab Mukasyafatul Qulub.

Suatu  dikala nabi Daud AS duduk di daerah peribadahannya sambil  membaca zabur, kemudian ia kaget (heran) lantaran melihat seekor cacing berwarna merah di tanah. Maka nabi Daud pun berbisik dalam hatinya: "Apa maksudnya Allah SWT membuat cacing tanah ini ?".

Dengan izin Allah SWT, cacing ini pun bisa berbicara. Cacing : "Wahai  nabiyalloh, Adapun dalam siangku, Allah SWT menyampaikan wangsit kepadaku untuk berdzikir 1000x dalam sehari dengan membaca SUBHANALLOH  "WALHAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLOH WALLOHU AKBAR". Dan  dalam malamku, Allah SWT memberikan ide kepadaku untuk berdzikir (bersholawat) 1000 x dalam setiap malamnya dengan membaca, "ALLOHUMMA  SHOLLI 'ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA 'ALA AALIHI WA  SHOHBIHI WA SALLIM".

Lalu apa yang engkau ucapkan hingga aku bisa mengambil manfa'at darimu ? Kemudian  Nabi Daud AS menyadari kekhilafannya dan menyesal telah menganggap  rendah kepada seekor cacing,beliau merasa takut kepada Allah,beliau  bertaubat kepada Allah dan dia berserah diri kepada Allah.

Allah Ta'ala berfirman kepada hambanya :

الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار


Artinya: Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau  dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan wacana penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya dewa kami, tiadalah Engkau membuat Ini dengan sia- sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa  neraka. QS Surat Ali Imran, Ayat:191

Demikian kisah seekor cacing dengan Nabi Daus AS, agar hikayat ini bermanfaat bai kita dimana kita selalu dan berusaha membaca sholawat tiap hari atau tiap kita melakukan sholat lima waktu. Amin ya robbil alamin


Sumber : http://www.piss-ktb.com/2017/11/5305-hikayah-cacing-bersholawat

0 Response to "Mukasyafatul Qulub :Hikayat perihal Cacing Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel