-->

Uswatun Hasanah: Fakta Di Balik Umur - Part 01


وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ


Artinya: "Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya pasti Kami kembalikan beliau kepada insiden(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?". Surat Yasin Ayat 68.

Maksud dari surat di atas, (Dan barang siapa yang Kami perpanjangkan umurnya) yaitu tidak diperpanjang ajalnya (niscaya ia Kami kembalikan) menurut kiraah yang lain tidak di baca Nunakkis-hu melainkan Nunkis-hu yang berasal dari kata At-Tankiis (Mashdar), adalah mengembalikannya (kepada peristiwanya) sehingga setela ia berpengaruh dan muda lalu menjadi bau tanah dan lemah kembali.

(Maka apakah mereka tidak memikirkan?) bahwsanya Dzat Yang Maha Kuasa menjadikan demikian, berkuasa pula untuk membangkitkan hidup kembali, oleh karenanya mereka kemudian mau beriman kepada-Nya. menurut qiraat yang lain lafal Ya'qiluuna dibaca Ta'qiluuna dengan memakai huruf Ta yang artinya kalian.

Fakta: (1, 2  & 3)

1. Semakin Bertambah Usia, maka Semakin Lemah Tangan Menggenggam Sesuatu.

Dalam hal ini Allah Ta'ala sedang mendidik kita supaya mampu melepaskan cinta dunia.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ


Artinya : "Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka tanggapan pekerjaan mereka di dunia dengan tepat dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan". Surat Hud, Ayat:15.

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, seumpamanya ia tetap bersikeras dalam kemusrikannya. menurut suatu pendapat ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang berbuat riya' atau pamer (niscaya Kami berikan kepada mereka tanggapan pekerjaannya dengan sempurna) pembalasan dari amal baik yang telah dikerjakannya, seperti shadaqoh dan bersilahturahmi (didunia) misalnya Kami melapangan rezeki mereka (dan mereka didalamnya) adalah di dunia (tidak dirugikan) artinya tidak akan dikurangi sedikitpun tanggapannya. "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan". Surat Hud ayat 16. Artinya mereka tidak memiliki pahala lagi dan sia-sialah apa yang tela mereka kerjakan).

2. Semakin Bertambah Usia, Maka Semakin Kabur Mata Kita

Dalam hal ini Allah Ta'ala sedang mencerahkan mata hati untuk melihat darul baka.

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا


Artinya: "Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, pasti di alam baka (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)". Surat Al-Isra ayat 72.

Dan barang siapa di dunia ini (buta) tidak mampu melihat kasus yang hak (niscaya iakhirat nanti ia akan lebih buta lagi) lebih tidak dapat melihat jalan keselamatan dan lebih tidak mampu membaca Al-Qur'an (dan lebih tersesat jalannya) lebih jauh dari jalan yang hak.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Bani Tsaqif, yaitu sewaktu mereka meminta kepada Rasulullah, biar ia menimbulkan lembah tempat tinggal mereka sebaga tanah suci dan dengan mendesak mereka menhajukan seruan itu kepada Rosulullah.

3. Semakin Tambah Usia, maka Semakin Sensitive Perasaan Kita

Dalam hal ini Allah Ta'ala sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan mahluk lain akan hampa dan berakhir. Namun hati yang terpaut kepada Allah Ta'ala tiada pernah mengecewakan dan abadi.

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ


Artinya: "Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia orang yang berbuat kebaikan, maka bergotong-royong ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan". Surat Luqman Ayat 22.

Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, adalah mau mentaatinya. Sedangkan ia orang yang berbuat kebaikan dan meng Esa-kannya yakni pecahan dari tali yang paling kuat sehingga tidak di khawatirkan akan putus. Dan hanya kepada Allah Ta'ala kesudahan segala urusan, maksudnya adalah segala urusan itu akan kembali kepadaNya.

0 Response to "Uswatun Hasanah: Fakta Di Balik Umur - Part 01"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel