Fiqih Faraa’Idh (Tashih Bag. 3)
بسم الله الرحمن الرحيم
Fiqih Faraa’idh (Tashih bag. 3)
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam agar tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya semua. Amma ba’du:
Berikut ini merupakan lanjutan pembahasan fiqih fara’idh berkenaan dengan tashih sebagai pelengkap. Semoga Allah mengakibatkan risalah ini tulus karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Beberapa rujukan pencarian asal dilema dan Tashih
10. Seorang wafat meninggalkan 5 saudara seibu, 10 nenek dan 20 paman.
5 saudara seibu mendapat 1/3
10 nenek mendapat 1/6
20 paman mendapat sisa
Ini disebut juga dilema 6 (AM = 6), dan penggalan masing-masing tidak sanggup dibagikan secara bulat. Oleh alasannya itu, kita perhatikan antara 5 dengan 10 ada tadaakhulnya, maka kita ambil angka yang besar (yaitu 10). Dan alasannya 10 dengan 20 juga tadaakhul, maka kita ambil angka yang besar yaitu 20.
Angka 20 ini kita kalikan dengan 6, sehingga jumlahnya 120. maka,
5 saudara seibu mendapat 1/3 x 120 = 40
10 nenek mendapat 1/6 x 120 = 20
20 paman sisa, yaitu 60.
11. Seorang wafat meninggalkan; ibu, ayah, seorang anak pria dan seorang anak perempuan.
Ibu mendapat 1/6
Ayah mendapat 1/6
Sisanya untuk bawah umur yang dua itu.
Ini yaitu dilema 6 (AM = 6). sehingga,
Ibu mendapat 1/6 x 6 = 1/6
Bapak mendapat 1/6 x 6 = 1/6
Sisanya 4/6.
Karena 4 tidak sanggup dibagi 3; yakni untuk anak pria 2 penggalan dan anak wanita satu bagian. Maka penggalan bawah umur itu kita kalikan dengan dilema 6; yakni 3 x 6 = 18.
Sekarang kita berikan:
Ibu mendapat 1/6 x 18 = 3
Bapak mendapat 1/6 x 18 = 3
Sisanya 12
Anak pria 2/3[i] x 12 = 8
Anak wanita 1/3 x 12 = 4
Tabelnya ibarat di bawah ini:
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | AM = 6 | AM Ditas-hih menjadi = 18 |
| Ibu | 1/6 | 1 | 3 |
| Ayah | 1/6 | 1 | 3 |
| Anak laki-laki | Sisa | 4 | 8 |
| Anak perempuan | 4 | ||
| Urutan: 3[ii] x 6 = 18 | |||
Dalam dilema di atas, kalau anak pria ada 5 orang dan anak wanita 5 orang, maka mereka tidak dipandang sebagai 10 orang. Tetapi dipandang sebagai 15 orang; alasannya anak pria dipandang 10 orang dan anak wanita dipandang 5 orang.
Maka 15 orang ini (15 bagian) dikali dengan dilema 6, menjadi 90.
Kemudian kita berikan:
Ibu mendapat 1/6 x 90 = 15
Ayah mendapat 1/6 x 90 = 15
Sisanya 60,
5 anak pria 10/15 x 60 = 40
5 anak wanita 5/15 x 60 = 20
Tabelnya di bawah ini:
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | AM = 6 | AM Ditas-hih menjadi = 90 |
| Ibu | 1/6 | 1 | 15 |
| Bapak | 1/6 | 1 | 15 |
| 5 anak laki-laki | Sisa | 4 | 40 |
| 5 anak perempuan | 20 | ||
| Urutan: 15 x 6 = 90 | |||
Kesimpulan:
Dari uraian di atas, kita sanggup menarik kesimpulan sbb:
1. Jika terjadi tamatsul dan tadakhul, maka dilema tersebut tidak memerlukan tas-hih (pembetulan).
2. Jika terjadi tabayun, maka angka yang menawarkan jumlah individu andal waris eksklusif dikali dengan asal masalah.
Contoh:
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | AM = 12 |
| Suami | ¼ | 3 |
| Anak Perempuan | ½ | 6 |
| 3 cucu perempuan | 1/6 | 2 |
| Cicit pria dari cucu pria dari anak laki-laki | 'ashabah/sisa | 1 |
| Saudara kandung | Mahjub oleh cicit | 0 |
Bagian cucu wanita sebagaimana disebutkan dalam table di atas yaitu 2, sedangkan jumlah mereka ada 3, sehingga tidak sanggup dibagi rata (tabaayun). Maka caranya jumlah andal waris (cucu perempuan) eksklusif dikalikan asal masalah, yaitu 12. sehingga asal dilema menjadi 3 x 12 = 36, dan asal dilema yang pertama tadi (yakni 12) dianggap tidak berlaku. Berikut ini tabelnya sesudah ditas-hiih (dibetulkan):
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | AM = 12 | AM = 36 |
| Suami | ¼ | 3 | 9 |
| Anak Perempuan | ½ | 6 | 18 |
| 3 cucu perempuan | 1/6 | 2 | 6 @=2 |
| Cicit pria dari cucu pria dari anak laki-laki | 'ashabah/sisa | 1 | 3 |
| Saudara kandung | Mahjub oleh cicit | 0 | 0 |
3. Jika terjadi tawafuq, maka dicari angka wafq (angka yang menjadi faktor pembagi) dari jumlah individu, kemudian dikalikan dengan asal masalah.
Misalnya, seorang wafat meninggalkan suami, 6 saudari kandung, dan seorang anak pria paman sekandung. Maka penyelesaiannya sbb:
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | AM = 6 |
| Suami | ½ | 3 |
| 6 saudari seibu | 1/3 | 2 |
| Anak pria paman sekandung | Sisa | 1 |
Jumlah saudari seibu ada 6, sedangkan penggalan mereka ada 2, dan 2 tidak sanggup dibagi rata. Maka dicarilah angka wafq (faktor pembagi yang sama) antara 2 dengan 6, yaitu 2. Untuk mendapat wafq 6 hanya membaginya dengan 2, jadi 6 : 2 = 3. selanjutnya 3 ini dikalikan dengan asal masalah, yaitu 6.
| Ahli waris | Fardh/bagiannya | 6x3 = | 18 |
| Suami | ½ | 3 | 9 |
| 6 saudari sekandung | 1/3 | 2 | 6 @ = 1 |
| Anak pria paman sekandung | Sisa | 1 | 3 |
4. Bagaimana kalau ada dua orang atau lebih andal waris yang jumlah individunya tidak sama dengan jumlah penggalan yang diperolehnya?
Dalam menuntaskan dilema ini, ada dua proses:
Pertama, mencari angka yang sanggup menampung seluruh jumlah individu dari jenis-jenis andal waris yang berbeda.
Kedua, selanjutnya angka yang didapat dikalikan dengan AM/asal masalah.
Lihat rujukan dilema ini di nomor 9.
Wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, wal hamdulillahi Rabbil alamin.
Marwan bin Musa
0 Response to "Fiqih Faraa’Idh (Tashih Bag. 3)"
Post a Comment