Menyembah Allah Swt. sebagai Ungkapan Rasa Syukur
Perintah menyembah Allah Swt.Yang Maha Esa dan larangan menyekutukan- Nya dengan sesuatu apapun. Kewajiban berbuat Ihsan kepada kedua orang bau tanah atas segala jasa mereka. Kemuliaan seorang ibu dibandingkan dengan ayah karena kasih sayangnya yang tercurah semenjak dalam kandungan, saat dilahirkan, ketika dalam buaian, sampai disapih.
Berbuat baik kepada semua orang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. Rasulullah saw. menganjurkan dengan sangat supaya kita memuliakan orang renta, terutama ibu. Rasulullah saw. sangat rajin beribadah meskipun dosa-dosanya sudah diampuni. Karena semua ibadah dan kebaikan yang dilakukan beliau adalah wujud kesyukuran kepada Allah Swt. atas segala karunia yang Allah Swt. anugerahkan.
A. Menganalisis dan Mengevaluasi Makna Q.S. Luqman/31:13-14 dan Hadis tentang Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt.
1. Membaca Q.S. Luqmãn/31:13-14.
(wa-idz qaala luqmaanu liibnihi wahuwa ya'izhuhu yaa bunayya laa tusyrik biallaahi inna alsysyirka lazhulmun 'azhiimun)
(wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi hamalat-hu ummuhu wahnan 'alaa wahnin wafishaaluhu fii 'aamayni ani usykur lii waliwaalidayka ilayya almashiiru)
Artinya:
Penerapan Tajwid
Kosakata Baru
B. Penjelasan surat
Surat Luqman ialah surah yang turun sebelum Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Luqman al-Hakim yang terkenal dengan kata-kata bijak dan perumpamaan-perumpamaannya. Sepertinya dialah yang dimaksud oleh surat ini.
Diriwayatkan bahwa Suwayd ibn ash-Shamit suatu ketika tiba ke Mekah dan Rasulullah
saw. mengajaknya untuk memeluk agama Islam. Rasulullah saw. kemudian membacakan al-Quran kepadanya dan mengajaknya memeluk Islam.
Dalam ayat ini, Luqman memulai nasihatnya dengan menekankan perlunya menghindari syirik/mempersekutukan Allah Swt.. Larangan ini sekaligus mengandung pengajaran wacana wujud dan keesaan Allah Swt.
Pesannya merupakan larangan jangan mempersekutukan Allah Swt. untuk menekankan perlunya meninggalkan sesuatu yang buruk sebelum melaksanakan yang baik.
C. Tafsir/Penjelasan Ayat
Dalam ayat di atas Allah Swt. menginformasikan perihal wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat pertama adalah semoga menyembah Allah Swt. Yang Maha Esa tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Luqman memperingatkan bahwa tindakan syirik yaitu bentuk kezaliman terbesar.
Kemudian, nasihat untuk menyembah Allah Swt. dibarengkan dengan perintah untuk berbuat baik kepada orang bau tanah, “dan Kami wasiatkan kepada manusia supaya mereka berbuat baik kepada kedua orang renta, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah”. Firman-Nya,
“dan menyapihnya selama dua tahun”, yaitu mendidik dan menyusuinya. Pada ayat yang lain Allah Swt. berfirman, “dan para ibu menyusui anaknya selama dua tahun.
Terkait dengan bakti kepada kedua orang tua, banyak hadits telah diriwayatkan, di antaranya adalah sabda Rasulullah saw. adalah berikut:
Artinya: “
Dalam hadits di atas kita temukan betapa Rasulullah saw. sangat memuliakan seorang ibu, bahkan seakan-akan jasanya berlipat tiga dibanding ayah. Dalam hadis lain yang sangat terkenal juga terdapat penegasan Rasulullah saw. bahwa nirwana itu di bawah telapak kaki ibu.
Berterima kasih kepada insan (termasuk kepada orang renta) merupakan belahan dari ungkapan syukur kepada Allah Swt. Secara tegas, bagaimana ibadah itu hanya sekadar mensyukuri nikmat Allah Swt. tergambar dalam hadis berikut
Artinya :
Rasulullah saw. yang sudah ditanggung dan dijamin terbebas dari segala dosa, ternyata lebih rajin dan semangat dalam beribadah daripada kita. Beliau begitu tekun dan khusyuk beribadah demi mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah Swt.
D. Kaitan antara Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt. dalam Q.S. Luqman/31: 13-14
Syukur dapat diartikan sebagai ungkapan terima kasih kepada pihak yang telah berjasa kepada kita baik dalam bentuk moril maupun materiil. Bersyukur dapat ditujukan kepada Allah Swt. dan kepada manusia.
Dalam ayat ke14 surah Luqmān, Allah Swt. memerintahkan insan biar berbuat baik kepada kedua orang tua. Kemudian Allah Swt. menyebutkan jasa-jasa sang ibu yang telah mengandungnya dalam keadaan menderita.
Kemudian, Allah Swt. menutup ayat-Nya dengan perintah bersyukur kapada-Nya dan kepada kedua orang bau tanah. Sementara pada ayat sebelumnya, Allah Swt. melalui lisan Luqmān mengingatkan bahaya perbuatan syirik.
Dari sisi caranya, bersyukur meliputi tiga aspek, yaitu hati, verbal, dan perbuatan. Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara mengakui dan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat yang diperoleh berasal dari Allah Swt. bersyukur dengan verbal dilakukan dengan cara mengungkapkan secara lisan rasa syukur itu dengan mengucapkan tahmid, yaitu “alhamdulillah”, sedangkan bersyukur dengan perbuatan ialah dengan cara melakukan semua perbuatan yang baik dan diridloi Allah swt
E. Hikmah dan Manfaat Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt.
Hikmah dan manfaat yang kita dapatkan dari sikap bersyukur dan ketulusan beribadah. Hal itu di antaranya sebagai berikut.
F. Menerapkan Perilaku Mulia
Sikap dan perilaku mulia yang dapat dikembangkan dari tema ibadah dan bersyukur di antaranya ialah sebagai berikut.
Berbuat baik kepada semua orang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. Rasulullah saw. menganjurkan dengan sangat supaya kita memuliakan orang renta, terutama ibu. Rasulullah saw. sangat rajin beribadah meskipun dosa-dosanya sudah diampuni. Karena semua ibadah dan kebaikan yang dilakukan beliau adalah wujud kesyukuran kepada Allah Swt. atas segala karunia yang Allah Swt. anugerahkan.
A. Menganalisis dan Mengevaluasi Makna Q.S. Luqman/31:13-14 dan Hadis tentang Kewajiban Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt.
1. Membaca Q.S. Luqmãn/31:13-14.
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿ ١٣
(wa-idz qaala luqmaanu liibnihi wahuwa ya'izhuhu yaa bunayya laa tusyrik biallaahi inna alsysyirka lazhulmun 'azhiimun)
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿ ١٤
(wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi hamalat-hu ummuhu wahnan 'alaa wahnin wafishaaluhu fii 'aamayni ani usykur lii waliwaalidayka ilayya almashiiru)
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kau mempersekutukan Allah Swt., bantu-membantu mempersekutukan (Allah Swt.) ialah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang bau tanahnya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu” (Q.S.Luqman/31:13-14).
Penerapan Tajwid
| Surat Luqman/31:13 | |
|---|---|
| Lafal | Hukum Tajwid |
| قَالَ | Mad Thobi'i karena lantaran karakter mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. |
| لُقْمَانُ | Qalqalah sughra karena abjad qalqalah qaf' disukun dan posisinya di tengah kalimat. Mad orisinil atau mad thobi’i lantaran abjad mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. |
| لِابْنِهِ | Qalqalah sughra lantaran huruf qalqalah ba' disukun dan posisinya di tengah kalimat |
| يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ | Mad shilah qashirah alasannya karakter ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah Mad asli atau mad thobi’i lantaran aksara ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid |
| لَا | Mad orisinil atau mad thobi’i lantaran huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid |
| تُشْرِكْ | Tarqiq karena ra berharkat kasrah. |
| بِاللَّهِ | Tarqiq lantaran lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah ba' berharakat kasrah |
| إِنَّ | Ghunnah lantaran nun bertasydid. |
| الشِّرْكَ | Alif lam syamsiyah karena karakter alif lam bertemu aksara syamsiyah syin |
| لَظُلْمٌ عَظِيمٌ | Idhzar karena aksara mim berharakat dhammah tanwin bertemu aksara 'ain. Mad arid lissukun karena abjad mad jatuh sebelum karakter yang diwaqaf. Huruf mim di sini yang diwaqaf. |
| Surat Luqman/31:14 | |
| Lafal | Hukum Tajwid |
| وَوَصَّيْنَا | Mad layn karena karakter ya’ sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah |
| الْإِنْسَانَ | Ikhfa lantaran aksara nun sukun bertemu karakter sin. Mad asli atau mad thobi’i lantaran huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. |
| بِوَالِدَيْهِ | Mad asli atau mad thobi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mad layn karena abjad ya’ sukun didahului oleh abjad shad berharakat fathah. |
| أُمُّهُ | Ghunnah lantaran abjad mim bertasydid |
| وَهْنًا عَلَىٰ | Idhzar karena karakter nun berharakat dhammah tanwin bertemu huruf 'ain. Mad orisinil atau mad thobi’i karena aksara lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. |
| وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي | Idgham bighunnah karena huruf nun berharakat kasrah tanwin bertemu abjad wau. Mad asli atau mad thobi’i karena abjad shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mad shilah qashirah alasannya yaitu karakter ha (kata ganti) bertemu dengan huruf selain hamzah. Dalam hal ini bertemu huruf fa'. |
| فِي | Mad orisinil atau mad thobi’i karena karakter fa' berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid |
| عَامَيْنِ | Mad orisinil atau mad thobi’i karena aksara 'ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mad layn lantaran aksara ya’ sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. |
| لِي | Mad asli atau mad thobi’i karena aksara lam berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. |
| وَلِوَالِدَيْكَ | Mad asli atau mad thobi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mad layn karena karakter ya’ sukun didahului oleh karakter daal berharakat fathah. |
| الْمَصِيرُ | Alif lam qamariyah lantaran karakter alif lam bertemu abjad mim. Mad arid lissukun karena aksara mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Huruf mim di sini yang diwaqaf. |
Kosakata Baru
| Surat Luqman/31:13-14 | ||
|---|---|---|
| يَعِظُهُ | لِابْنِهِ | وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ |
| Menasihatinya | Kepada anaknya | Ketika Luqman berkata |
| إِنَّ الشِّرْكَ | لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ | بُنَيَّ |
| Sesungguhnya syirik itu | Jangan kau sekutukan Allah Swt. | Wahai anakku |
| الْإِنْسَانَ | وَوَصَّيْنَا | لَظُلْمٌ عَظِيمٌ |
| Manusia | Kami wasiatkan, perintahkan | Benar-benar merupakan kezaliman yang besar |
| وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ | حَمَلَتْهُ أُمُّهُ | بِوَالِدَيْهِ |
| Lemah semakin lemah | Ibunya mengandungnya | Kepada kedua orangtuanya |
| أَنِ اشْكُرْ لِي | فِي عَامَيْنِ | وَفِصَالُهُ |
| Bersyukurlah kepada-Ku | Dalam dua tahun | Menyapihnya, memisahnya |
| الْمَصِيرُ | إِلَيَّ | وَلِوَالِدَيْكَ |
| Tempat kembali | Kepada-Ku | Dan kepada kedua orangtuamu |
B. Penjelasan surat
Surat Luqman ialah surah yang turun sebelum Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Luqman al-Hakim yang terkenal dengan kata-kata bijak dan perumpamaan-perumpamaannya. Sepertinya dialah yang dimaksud oleh surat ini.
Diriwayatkan bahwa Suwayd ibn ash-Shamit suatu ketika tiba ke Mekah dan Rasulullah
saw. mengajaknya untuk memeluk agama Islam. Rasulullah saw. kemudian membacakan al-Quran kepadanya dan mengajaknya memeluk Islam.
Dalam ayat ini, Luqman memulai nasihatnya dengan menekankan perlunya menghindari syirik/mempersekutukan Allah Swt.. Larangan ini sekaligus mengandung pengajaran wacana wujud dan keesaan Allah Swt.
Pesannya merupakan larangan jangan mempersekutukan Allah Swt. untuk menekankan perlunya meninggalkan sesuatu yang buruk sebelum melaksanakan yang baik.
C. Tafsir/Penjelasan Ayat
Dalam ayat di atas Allah Swt. menginformasikan perihal wasiat Luqman kepada anaknya. Wasiat pertama adalah semoga menyembah Allah Swt. Yang Maha Esa tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Luqman memperingatkan bahwa tindakan syirik yaitu bentuk kezaliman terbesar.
Kemudian, nasihat untuk menyembah Allah Swt. dibarengkan dengan perintah untuk berbuat baik kepada orang bau tanah, “dan Kami wasiatkan kepada manusia supaya mereka berbuat baik kepada kedua orang renta, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah”. Firman-Nya,
“dan menyapihnya selama dua tahun”, yaitu mendidik dan menyusuinya. Pada ayat yang lain Allah Swt. berfirman, “dan para ibu menyusui anaknya selama dua tahun.
Terkait dengan bakti kepada kedua orang tua, banyak hadits telah diriwayatkan, di antaranya adalah sabda Rasulullah saw. adalah berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ مِثْلَهُ
Artinya: “
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang pria datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak saya berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” ia menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” dia menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari, Hadist no:
5514 ).
Dalam hadits di atas kita temukan betapa Rasulullah saw. sangat memuliakan seorang ibu, bahkan seakan-akan jasanya berlipat tiga dibanding ayah. Dalam hadis lain yang sangat terkenal juga terdapat penegasan Rasulullah saw. bahwa nirwana itu di bawah telapak kaki ibu.
Berterima kasih kepada insan (termasuk kepada orang renta) merupakan belahan dari ungkapan syukur kepada Allah Swt. Secara tegas, bagaimana ibadah itu hanya sekadar mensyukuri nikmat Allah Swt. tergambar dalam hadis berikut
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ مِنْ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا فَلَمَّا كَثُرَ لَحْمُهُ صَلَّى جَالِسًا فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَقَرَأَ ثُمَّ رَكَعَ
Artinya :
“Dari Aisyah radliallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat malam hingga kaki dia benjol-bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah saw., kenapa Anda melakukan ini padahal Allah Swt. telah mengampuni dosa Anda yang telah berlalu dan yang akan tiba? Beliau bersabda: “Apakah aku tidak suka jika menjadi hamba yang bersyukur?” Dan tatkala ia gemuk, dia shalat sambil duduk, apabila dia hendak ruku’ maka beliau bangkit kemudian membaca beberapa ayat kemudian ruku.” (H.R. Bukhari, Hadits no:4460 )
Rasulullah saw. yang sudah ditanggung dan dijamin terbebas dari segala dosa, ternyata lebih rajin dan semangat dalam beribadah daripada kita. Beliau begitu tekun dan khusyuk beribadah demi mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah Swt.
D. Kaitan antara Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt. dalam Q.S. Luqman/31: 13-14
Syukur dapat diartikan sebagai ungkapan terima kasih kepada pihak yang telah berjasa kepada kita baik dalam bentuk moril maupun materiil. Bersyukur dapat ditujukan kepada Allah Swt. dan kepada manusia.
Dalam ayat ke14 surah Luqmān, Allah Swt. memerintahkan insan biar berbuat baik kepada kedua orang tua. Kemudian Allah Swt. menyebutkan jasa-jasa sang ibu yang telah mengandungnya dalam keadaan menderita.
Kemudian, Allah Swt. menutup ayat-Nya dengan perintah bersyukur kapada-Nya dan kepada kedua orang bau tanah. Sementara pada ayat sebelumnya, Allah Swt. melalui lisan Luqmān mengingatkan bahaya perbuatan syirik.
Dari sisi caranya, bersyukur meliputi tiga aspek, yaitu hati, verbal, dan perbuatan. Bersyukur dengan hati dilakukan dengan cara mengakui dan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat yang diperoleh berasal dari Allah Swt. bersyukur dengan verbal dilakukan dengan cara mengungkapkan secara lisan rasa syukur itu dengan mengucapkan tahmid, yaitu “alhamdulillah”, sedangkan bersyukur dengan perbuatan ialah dengan cara melakukan semua perbuatan yang baik dan diridloi Allah swt
E. Hikmah dan Manfaat Beribadah dan Bersyukur kepada Allah Swt.
Hikmah dan manfaat yang kita dapatkan dari sikap bersyukur dan ketulusan beribadah. Hal itu di antaranya sebagai berikut.
- Mendapatkan keberkahan dari setiap rizki yang kita terima, sebagaimana komitmen-Nya dalam firman-Nya; “... jika kalian bersyukur, niscaya akan Kami tambah nikmat baginya, dan bila kalian kufur (mengingkari nikmat-Ku) maka bergotong-royong siksa-Ku itu teramat pedih” (Q.S. Ibrahim/14:7).
- Menemukan ketenangan batin dan kedamaian hati dalam menjalani semua acara sehari-hari karena kerelaannya dalam menyikapi bantuan Allah Swt.
- Terhindar dari siksa api neraka, dikarenakan telah menjadi hamba yang tahu diri dengan selalu bersyukur atas karunia Allah Swt. sebagaimana yang dijanjikan- Nya dalam Q.S. Ibrahim/14:7 di atas.
F. Menerapkan Perilaku Mulia
Sikap dan perilaku mulia yang dapat dikembangkan dari tema ibadah dan bersyukur di antaranya ialah sebagai berikut.
- Bersikap qana’ah, yaitu mendapat semua jenis kenikmatan yang dianugerahkan Allah Swt., baik yang dianggap kecil maupun besar, dengan nrimo dan penuh kerelaan. Tanpa qana’ah, tidak mungkin kita mampu bersyukur.
- Berusaha mengesakan Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.
- Berusaha mentaati Allah Swt. dalam segala keadaan dan menjauhi larangan- Nya sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt.
- Berbakti kepada kedua orang bau tanah sebagai bentuk terimakasih kepada mereka atas semua perjuangan dan pengorbanannya dari sejak dalam kandungan hingga ketika ini.
- Memperbanyak amal salih / perbuatan yang bermanfaat bagi sesama sebagai bentuk positif dari ungkapan rasa syukur kepada Allah swt.

0 Response to "Menyembah Allah Swt. sebagai Ungkapan Rasa Syukur"
Post a Comment